Kini anakmu yang kalem dan manis telah berubah menjadi singa gurun sahara selepas dari genggamanmu menuju kehidupan baru. Kehidupan mampu merubah sifat seseorang, termasuk anakmu.
Engkau yang kini renta, penyakit kulit pun telah menyerang tubuhmu. Dikala malam kudengar suara berat nafasmu tatkala tidur. Betapa hancur hatiku. Ditambah seringkali aku bermuka masam dan melukaimu. Abah maafkanlah anakmu.
Semakin dewasa semakin bisa menilai sifatmu, baik ataupun buruknya. Namun engkau tetaplah ayahku bagaimanapun keadaanya. Terimakasih atas segala perjuangan menghidupiku. Terimakasih telah menjadi sosok seorang ayah yang baik, sehingga aku tidak pernah mencari perhatian laki-laki lain seumur hidupku, karena sosokmu telah cukup untukku.
Pun tidak kupungkiri, segala amarah dan pukulanmu yang menghiasi masa kecilku takkan pernah hilang dari ingatan. Namun sungguh aku telah memaafkanmu. Dan mencoba mengerti bahwa kaupun hanyalah manusia biasa.
Abah, sekali lagi maafkanlah belum bisa membahagiakanmu. Doakanlah semoga Allah memudahkan rezeki anak-anakmu agar bisa membuatmu beristirahat dimasa tuamu. Duduk manis dengan mama menikmati masa tua tanpa lelah bekerja.
19062024, 22:52 wita