Sabtu, 02 Juni 2018

Menghitung Hari


Menghitung Hari


10 Juli terasa masih lama, mampukah diri ini bertahan. Untuk tak menunggu lebih lama.
10 Juli mengingatkanku pada kejadikan 4 tahun silam.
Mengapa aku memilih pergi, mengapa aku mulai melihatnya, mengapa aku terus membacanya, dan mengapa sejak saat itu hingga hari ini aku melakukan semuanya.
Sejak saat itu, semuanya berubah. Hari-hari berlalu terasa begitu berat. Tanpa kusadari,semuanya sia-sia.
Hari terus berganti, semuanya gelap dan menjadi saksi. Terkecuali hari-hari dimana aku berada di sebuah desa nan jauh itu, selama 2 bulan. Didesa itu, aku mampu membuat hari-harinya menjadi terang, namun ketika aku pulang.. semua kembali sama.
Dan.. 40 hari adalah waktu yang lama. Andai sebelum genap hitungan itu aku menemui Dia, apa yang harus kukatakan? Pembelaan apa yang mampu kuutarakan? Jurang gelap seperti apa yang akan kumasuki? Kemarahan yang seperti apa yang harus aku hadapi?
Andai aku ditanya kemana nikmat yang selama ini dikaruniakanNya kugunakan. Andai aku ditanya tentang kemana waktu yang selama ini diberikanNya kuhabiskan. Andai aku ditanya tentang bekal apa yang sudah kupersiapkan. Andai aku ditanya tentang rasa malu yang menghilang saat aku dihadapanNya. Jawaban apa yang akan kuberikan?
40 hari, bukanlah waktu yang singkat. Semua bisa saja terjadi.

Dan malam ini telah berlalu 17 Ramadhan. Jika saja Ramadhan usai, apakah aku termasuk orang yang menang? Ramadhan yang setahun sekali ini, mengapa tak kumanfaatkan dengan sebaik-baiknya? Ini adalah kesempatan untuk kembali kepadaNya. Bukankah menemui Ramadhan adalah keberuntungan yang besar? Wahai diriku, janganlah engkau sia-siakan.
Aamiin.