Kamis, 04 April 2024

29 Februari 2024

Aku terbangun dari mimpi.
Aku bermimpi sedang berada di tepian sungai, diatas sebuah lanting bersama ayahku, anakku, dan aku lupa entah siapa.

Kulihat ke arah hilir, langit begitu mencekam berwarna merah dan kehitaman, namun seketika berubah cerah kembali.
Kulihat kapal-kapal agak besar berlalu lalang, indah sekali menyejukkan mataku.

Tiba-tiba aku disadarkan bahwa keberadaanku disitu adalah perpisahan terakhir dengan anakku Atqiyaa. Dimana dikehidupan nyata, 3 hari ini semasa proses lepas popok yang belum berhasil juga, aku selalu memarahinya dengan amat sangat, dan ada perasaanku ingin sekali lepas darinya walau sehari. Lanjut kemimpi, ayahku sudah mempersiapkan perahu kecil yang akan dimasukan anakku di dalamnya. Yang akan membawanya untuk berpisah selamanya denganku entah bagaimana caranya. Perasaanku awalnya biasa saja, karena proses ini adalah kewajiban yang harus aku lewati, sepertinya itu kewajiban kepada Tuhan.
Ku minta anakku yang berdiri disampingku untuk duduk di pangkuanku, kupandang wajahnya, senyumnya, ikat rambutnya. Oh inilah kali terakhirku bersamanya, batinku. Kupeluk dia, betapa sayangnya aku. Seketika rasanya tak sanggup aku untuk melepasnya, walau keadaanku sedang hamil dan akan ada penggantinya, sungguh aku tak ingin berpisah darinya setelah pelukan dan rangkulan itu. Ditambah lagi, hari-hari terakhirnya penuh dengan amarahku. Pikirku, aku tak ingin berpisah dalam keadaan dimana kutinggalkan kenangan-kenangan pahit memarahi dan membentaknya. Maksudku, aku tak ingin hidup dalam penyesalanku mengingat hari bersamanya yang tak mampu aku membahagiakanya.

Kemudian aku berpikir untuk lari saja. Aku ingin membawanya kembali ke darat. Meski ritual ini akan harus terjadi besok atau lusa, meski dosa pasti akan kudapat, oh Tuhan aku rasanya tak sanggup. Aku ingin terus bersamanya.
______
Dan tiba-tiba aku terbangun.
Kudatangi anakku yang tidur dengan ayahnya. Dia memilih tidur disana akibat kumarahi sebelumnya. Aku sedih sekali rasanya. Akan kuperbaiki hari esok, anakku. Aku mencintaimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar