Minggu, 17 September 2017

JANGAN SAMPAI


JANGAN SAMPAI SEBUAH NAMA MEMBUAT KAMI LUPA AKAN NAMAMU_YA ALLAH.
PENUHILAH HATI KAMI DENGAN CAHAYA KEAGUNGAN DAN CINTAMU
AGAR KAMI MENGENALMU, AGAR KAMI MENDEKATIMU
UNDANGLAH KAMI PADA KELEMBUTANMU, KARENA TIADA CINTA YANG LAIN SEBESAR CINTAMU

RASULULLAH, BAGAIMANA KAMI MAMPU MENYAKITIMU
MELEMPARKAN MAKSIAT INI KEWAJAHMU NAN SUCI
ENGKAULAH SANG PEMBERI SYAFAAT, PADA HARI YANG TIADA SYAFAAT SELAIN DARIMU

YA ALLAH, YA ALLAH..
KENAPA KAU PILIH KAMI YA ALLAH? KAU PILIH NAMA INI UNTUK MENGENALMU, TERLAHIR DALAM AGAMAMU
SUNGGUH ENGKAU MAHA BAIK.

September 2017

(SALAM RINDU UNTUK: -HABIB MUNDZIR AL-MUSAWWA-
Ditulis ketika mendengar suaranya)





SEBUAH KATA BERNAMA RINDU
UNTUK TUAN YANG DENGANYA MENGALIRLAH AIR MATA RIBUAN HAMBA
AIR MATA RINDU, AIR MATA CINTA, DAN AIR MATA HARAP YANG MELEBUR SATU
UNTUK TUAN YANG KARENANYA KEMBALILAH PARA HAMBA
DIDALAM CINTA DAN TAAT YANG SYAHDU.
SEMOGA ALLAH MERAHMATI TUAN. AMIIN

Sabtu, 16 September 2017

MengejaMu



            MengejaMu

Kala Engkau menguji sungguhku
Bagai gerimis, bayang wajah nan teduh
Perlahan harap, kian merekah
Kau, seketika palingkan wajahnya
mengajak pulang, padaMu
Romantika Mu, terindah_Wahai Rabbii

Nq, August 2017


Jumat, 17 Februari 2017

Tak ada sedih



18 Februari 2017, Banjarmasin

Kadang saat aku benar-benar down, muncul perasaan bahwa akulah orang yang paling menderita didunia ini. Dan, untuk perasaan itu, hari ini aku dipermalukan..

Ketika aku menuju pulang mengendarai motorku, aku melihat lagi laki-laki itu. Berjalan di tepi jalan sendirian, selalu sendirian. Beliau memakai baju bergaris-garis dan celana jeans yang kusam, selalu seperti itu. Beliau memakai satu tas hitam, yang juga kusam. Ditanganya tergantung tiga kantong plastik hitam yang... yang juga kusam. 

Pernah beberapa kali aku lihat beliau tidur dan memasak ditepi jalan ini, ditempat yang sama.. Dibawah pepohonan yang Allah karuniakan di tepi jalan ini. Aku tak pernah melihatnya bicara dengan siapapun, orang-orang pun hanya diam. Aku selalu menangis tiap kali melihat penampakan ini, segala penampakan tentang beliau. Aku selalu bertanya-tanya.. apakah beliau bahagia? Beliau tidak punya rumah, tidak punya kawan, tidak punya apapun.. Mengapa orang-orang seolah diam? Ingin sekali saja aku melihat beliau bercengkrama dengan orang lain, berteduh disebuah atap, memakai pakaian yang berbeda, dan makan sesuatu yang layak... Betapa perih hati ini.

Aku yang punya segalanya.. orang tua, kerabat, rumah, teman, dan uang yang cukup, benar-benar merasa malu jika aku merasa paling menderita hanya karena terluka,  kecewa, lelah, dan marah.

Semoga Beliau bahagia didunia dan akhirat, karena bagaimanapun, beliau masih punya Allah, Allahlah yang menjaga hamba-hambanya.