Kamis, 09 Agustus 2018

Jangan Takut


D_3 in Hometown
Rasanya berat ketika masih belum bisa membantu meringankan beban orang tua. Sudah saatnya mereka istirahat walau tak sepenuhnya. Sudah saatnya mereka tenang menikmati masa tua. Belumlah mampu bernafas lega jika telah lulus kuliah dengan biaya orang tua namun belum bekerja. Belumlah terbayar semua tetes keringat dan jas mereka.
Tapi aku berjanji. InsyaAllah semua akan tiba pada saatnya.
Aku tak punya banyak. Kuat atau kuasa. Tapi Dia selalu buatku yakin dan percaya. Sudah terngaung ditelinga sejak dulu kla, bahwa rezeki, jodoh, maut semuanya ditangan Yang Maha Kuasa. Siapakah yang tiada Tuhan selain Dia yang berterusan dalam mengurus makhluknya tanpa letih dan penat? Siapakah yang menjadi penolong orang-orang beriman? Siapakah yang Maha merubah keadaan? Siapakah tempat bergantung yang tiada pernah mengecewakan? Siapakah selain Dia?
Maka, semoga dengan berkah mereka berdua, kehidupan ini berjalan diiringi aliran bakti dan taat kepada keduanya yang mengalir derasnya bagai hujan. Semoga mampu membahagiakan mereka, membanggakan mereka, meninggikan derajat mereka dihadapan Allah dan para makhluknya. Aamiin.

Belumlah Genap 40 hari



Bagaimana mampu menjadi baik jika terus buta terhadap dosa sendiri?
Baru sedikit saja ibadahnya, langsunglah menyangka diri ini orang suci, orang mulia, dan pantas dimuliakan. Padahal sholat masihlah banyak yang rusak, padahal yang wajib saja dikerjakan dengan tiada bersungguh, padahal tiadalah diri ini berhias dengan amal-amal sunah.
Yang paling parah adalah ketika diri ini menyangka lebih baik dari orang lain. Hingga suudzhon pada setiap orang. Apanya? Seolah lupa bahwa semua orang baik. Hanya saja kita belum tahu. Bukankah Allah menyembunyikan wali-walinya diantara manusia? Bukankah katanya disetiap berkumpul 40 orang disana pasti ada barang seorang wali Allah?  Kita benar-benar tidak pernah tahu.
Mungkin saja orang yang terlihat pendosa sebenarnya ia adalah kekasih Allah. Hati orang siapa yang tahu? Mungkin saja ia datang ke tempat judi untuk mendoakan agar mereka diampuni dan bertaubat. Mungkin saja ia membeli minuman keras untuk dibuangnya agar tak diminum oleh pemuda muslim? Mungkin saja dalam diam ia berdzikir kepada Allah?. Kita tidak pernah tahu.
Betapa hinanya diri ini. Andai Allah tak mencurahkan rahmatnya kepada diri yang hina ini, maka celakalah, habislah, hancurlah. Semoga Allah yang Maha Mencukupi hamba-hambanya, berkenan menolong seorang hamba yang hina ini.
D_1 in hometown.