Selasa, 05 Oktober 2021

Suamiku Tercinta

Suamiku adalah seorang asing, masuk ke hidupku secara tiba-tiba. Setahun sudah bersama, aku mencintainya setiap detik dikehidupanku.

Suamiku hari ini, telah kehilangan banyak hal. Ayah dan ibunya telah pergi ke hadirat Allah yang Maha Kuasa. Satu-satunya saudara laki-lakinya telah berkeluarga dan punya kehidupanya sendiri. Yang suamiku punya hanyalah aku, dan anak kami.

Ketika aku marah padanya. Aku membuang muka, dan membiarkanya seorang diri. Tak terbayang betapa sakitnya dia. Betapa kalut hatinya. Betapa sepi dan sunyi hatinya. Karena yang dia punya hanyalah kami, jika kami pun menyakitinya, siapa lagi penghibur lara dan pencerah hari-harinya..

Hari ini suamiku berangkat ke kota untuk bekerja, kami menunggunya didesa. Setiap tiga hari ditempuhnya jarak yang jauh untuk menemui kami, keluarga tercintanya, satu-satunya. Tapi apa yang dia dapat? Kadang bukanlah hangat pelukan keluarga atau canda tawa. Melainkan muka masam seorang istri, keluh kesah  dan kata-kata kasar istrinya. Padahal belum habis juga lelah perjalananya, masalah di tempat kerjanya, dan lain-lain hal yang berkecamuk dihatinya. 

Suamiku.. Maafkanlah istrimu ini. Telah membuatku terluka, telah membuatmu menangis.

Suamiku.. Maafkanlah istrimu yang jauh dari kata sempurna ini. Selalu gagal membuatmu merasa nyaman.

Suamiku, istrimu ini akan terus belajar. Menjadi istri sholehah, perempuan beradab, dan penyejuk mata bagimu dan anak-anakmu.

Suamiku, maaf dan terimakasih.
Uhibbuk, jiddan❤
Ditempat ini, Rabu 06 Oktober 2021.
(Ditulis sambil meneteskan air mata karena merindu dan mencintaimu)