Baru
sedikit saja ibadahnya, langsunglah menyangka diri ini orang suci, orang mulia,
dan pantas dimuliakan. Padahal sholat masihlah banyak yang rusak, padahal yang wajib
saja dikerjakan dengan tiada bersungguh, padahal tiadalah diri ini berhias
dengan amal-amal sunah.
Yang
paling parah adalah ketika diri ini menyangka lebih baik dari orang lain.
Hingga suudzhon pada setiap orang. Apanya? Seolah lupa bahwa semua orang baik.
Hanya saja kita belum tahu. Bukankah Allah menyembunyikan wali-walinya diantara
manusia? Bukankah katanya disetiap berkumpul 40 orang disana pasti ada barang
seorang wali Allah? Kita benar-benar
tidak pernah tahu.
Mungkin
saja orang yang terlihat pendosa sebenarnya ia adalah kekasih Allah. Hati orang
siapa yang tahu? Mungkin saja ia datang ke tempat judi untuk mendoakan agar
mereka diampuni dan bertaubat. Mungkin saja ia membeli minuman keras untuk
dibuangnya agar tak diminum oleh pemuda muslim? Mungkin saja dalam diam ia
berdzikir kepada Allah?. Kita tidak pernah tahu.
Betapa
hinanya diri ini. Andai Allah tak mencurahkan rahmatnya kepada diri yang hina
ini, maka celakalah, habislah, hancurlah. Semoga Allah yang Maha Mencukupi
hamba-hambanya, berkenan menolong seorang hamba yang hina ini.
D_1
in hometown.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar