Again.
Rainy afternoon, on the lowest spot.
after struggle more than fourty one days.. that is broken in today.
wish this is the last. Aamiin
Sabtu, 10 Februari 2018
Sabtu, 27 Januari 2018
SIAPAKAH AKU?
“TIDAKLAH JUJUR KEPADA ALLAH HAMBA
YANG LEBIH MENYUKAI POPULARITAS” (unknown)
Tuesday, 26 Januari 2018. 7:46
pm

Pernahkan engkau merasa lebih
baik dari orang lain?
ketahuilah, ketika rasa itu
tumbuh dihati, seketika itu pula kau menjadi orang yang paling hina.
Pernahkah engkau lelah?
Pernahkah engkau sakit? Pernahkah rencanamu hancur berkepingan?
Dalam kondisi itulah, dirimu
yang sebenarnya.
Kau tak punya apa-apa, kau tak
kuasa apa-apa.
Kita tak punya qudrat dan
iradat, yang kita mampu hanyalah menengadahkan kedua tangan ini dan meminta.
Lalu,
pernahkah dirimu yang lemah
itu merasa lebih baik dari orang lain?
Ketika kau mampu taat
sementara yang lain belum, apakah kau merasa lebih baik darinya?
Takukah engkau
BAHWA ORANG BODOH SEMAKIN IA
BERIBADAH SEMAKIN MERASA HEBATLAH DIRINYA, SEMAKINLAH IA SOMBONG.
Tahukah engkau,
baik buruknya seseorang
bukanlah dilihat dihari ini, tapi dilihat diakhir nanti, dihari perhitungan
amal.
Jadi, husnudzonlah kepada
saudara-saudarimu, sesama muslimin. Perbaikilah hatimu, karena hati adalah
tempat jatuhnya pandangan Allah. Gunakan kedua matamu, satu untuk melihat
kebaikan orang lain, dan satu untuk melihat kekurangan diri sendiri.
SEMOGA_AAMIIN
-BUKAN AKU-
TELAH MENGENALI MESKI BELUMLAH BERTEMU
Agar kisah ini tak hilang, agar
sosok ini tak lekang, untuk nanti kuceritakan kepada penerus generasi
islam, untuk mencintai orang-orang sholeh. Aamiin.
Karamah Abah Guru Sekumpul, Datang Diketahui Nama dan tempat Tinggalnya

Karamah Abah Guru Sekumpul, Datang Diketahui Nama dan tempat Tinggalnya

Saat itu Guru Abah Guru Sekumpul baru beberapa saat membuka majlis pengajian di keraton,
Usia beliaupun belum mencapai 40 tahun. Namun pengajian beliau
tersebut, semakin hari semakin diminati oleh para penuntut ilmu, hingga
begitu banyak jemaah yang berbondong bondong hadir ke majelis yang
diadakan di rumah beliau.
Melihat kenyataan ini, tidak sedikit orang yang hiri dengki sehingga
mencari celah dan kekurangan Abah Guru Sekumpul, supaya pengajiannya
tersebut tutup dan berhenti. tidak sedikit fitnah dan tuduhan keji yang
di tujukan kepada Abah Guru Sekumpul ini.
Seorang Guru yang Sholeh yang dikenal sangat menghormati ulama berasal dari kampung mengkauk,pengaron bernama Guru Kasful Anwar,sudah lama mendengar adanya seorang ulama dari martapura, meski masih muda tapi kealimannya di akui oleh ulama yang tua tua. ulama yang dimaksud tidak lain adalah Zaini Abdul Ghani atau abah Guru Sekumpul yang dulu bermukim di keraton martapura.
keinginan Guru Kasful untuk bertemu dan kemudian belajar sangat besar, kepada Guru Zaini hingga suatu hari beliau berangkat ke martapura, sampai ke martapura , kerna belum tau tempat tinggal Abah Guru Sekumpul, maka Guru Kasful anwar menanyakan kepada orang orang dipasar Martapura, Semua orang saat itu terlihat sinis,ketika menanyakan keberadaan Guru Zaini.
Namun Guru Kasful tetap ingin bertemu Guru Zaini, sehingga beliau tanpa putus asa terus bertanya dimana domisili Guru zaini, Sebagian orang orang bahkan berusaha menghalangi keniginan Guru Kasful ini dengan mengatakan " ba apa pian kesana, Guru ijai ne ajarannya sesat". Akhirnya dari cerita mereka itu, Guru kasful mengetahui alamat Guru Zaini di keraton. namun kerna tidak ada yang mau mengantar, beliau berjalan kaki kearah kampung keraton, sambil bertanya kepada orang orang yang bertemu di jalan.
Setali tiga uang, orang yang ditemui adalah orang yang benci kepada Guru Zaini ( Guru Sekumpul), bahkan ada bebrapa dari mereka menghalang halangi niat guru Kasful untuk bertemu dengan Guru Zaini,namun niat hati Guru Kasful tidak tergoyahkan,dan beliau terus menuju rumah Guru Zaini.
Setelah sampai dihalaman rumah Guru Zaini, dari rumah Guru Zaini langsung membukakan pintu dan bilang " Masuk Pul" masuk pul" Guru Kasful terkejut, kerena selama ini ia belum pernah bertemu atau kenalan denan beliau, tapi beliau sudah tau namanya, apalagi sesudah itu Guru Zaini mengatakan :" ikam orang mengkauk kolo" .
Setelah Guru Kasful duduk dikamar tamu, Guru Zaini bilang lagi " kaya tue pang pul ae, orang yang mau jadi wali, lamun kada sampai 40 orang menyambati, memfitnah " Sadarlah Guru Kasful bahwa orang yang tengah dihadapinya bukan orang sembarangan. tapi seorang waliyullah.
Maka saat itu pula Guru Kasful bilang :"ijinkan ulun jadi murid pian dan ulun umpat mengaji lawan pian".dan berbincang bincang dengan Guru Zaini. dan tak lama sesudah itu Guru Kasful meminta ijin untuk pulang,dengan rasa puas hati dan gembira kerna sudah bertemu dengan seorang yang selama ini beliau cari, yaitu seorang Murabbi Mursyid, seorang wali yang Kamil Mukammal.
sumber : 100 karamah dan kemulian Abah Guru Sekumpul
(Sumber facebook: Muhibbin Sekumpul)
Seorang Guru yang Sholeh yang dikenal sangat menghormati ulama berasal dari kampung mengkauk,pengaron bernama Guru Kasful Anwar,sudah lama mendengar adanya seorang ulama dari martapura, meski masih muda tapi kealimannya di akui oleh ulama yang tua tua. ulama yang dimaksud tidak lain adalah Zaini Abdul Ghani atau abah Guru Sekumpul yang dulu bermukim di keraton martapura.
keinginan Guru Kasful untuk bertemu dan kemudian belajar sangat besar, kepada Guru Zaini hingga suatu hari beliau berangkat ke martapura, sampai ke martapura , kerna belum tau tempat tinggal Abah Guru Sekumpul, maka Guru Kasful anwar menanyakan kepada orang orang dipasar Martapura, Semua orang saat itu terlihat sinis,ketika menanyakan keberadaan Guru Zaini.
Namun Guru Kasful tetap ingin bertemu Guru Zaini, sehingga beliau tanpa putus asa terus bertanya dimana domisili Guru zaini, Sebagian orang orang bahkan berusaha menghalangi keniginan Guru Kasful ini dengan mengatakan " ba apa pian kesana, Guru ijai ne ajarannya sesat". Akhirnya dari cerita mereka itu, Guru kasful mengetahui alamat Guru Zaini di keraton. namun kerna tidak ada yang mau mengantar, beliau berjalan kaki kearah kampung keraton, sambil bertanya kepada orang orang yang bertemu di jalan.
Setali tiga uang, orang yang ditemui adalah orang yang benci kepada Guru Zaini ( Guru Sekumpul), bahkan ada bebrapa dari mereka menghalang halangi niat guru Kasful untuk bertemu dengan Guru Zaini,namun niat hati Guru Kasful tidak tergoyahkan,dan beliau terus menuju rumah Guru Zaini.
Setelah sampai dihalaman rumah Guru Zaini, dari rumah Guru Zaini langsung membukakan pintu dan bilang " Masuk Pul" masuk pul" Guru Kasful terkejut, kerena selama ini ia belum pernah bertemu atau kenalan denan beliau, tapi beliau sudah tau namanya, apalagi sesudah itu Guru Zaini mengatakan :" ikam orang mengkauk kolo" .
Setelah Guru Kasful duduk dikamar tamu, Guru Zaini bilang lagi " kaya tue pang pul ae, orang yang mau jadi wali, lamun kada sampai 40 orang menyambati, memfitnah " Sadarlah Guru Kasful bahwa orang yang tengah dihadapinya bukan orang sembarangan. tapi seorang waliyullah.
Maka saat itu pula Guru Kasful bilang :"ijinkan ulun jadi murid pian dan ulun umpat mengaji lawan pian".dan berbincang bincang dengan Guru Zaini. dan tak lama sesudah itu Guru Kasful meminta ijin untuk pulang,dengan rasa puas hati dan gembira kerna sudah bertemu dengan seorang yang selama ini beliau cari, yaitu seorang Murabbi Mursyid, seorang wali yang Kamil Mukammal.
sumber : 100 karamah dan kemulian Abah Guru Sekumpul
(Sumber facebook: Muhibbin Sekumpul)
KISAH ABAH GURU SEKUMPUL: BUAH PISANG YANG SYUBHAT
Agar kisah ini tak hilang, agar
sosok ini tak lekang, untuk nanti kuceritakan kepada penerus generasi
islam, untuk mencintai orang-orang sholeh. Aamiin.
Buah Pisang Yang Shubat
Sebagai murid yang baik, ketika itu terbetik dihati sang murid, niat da keinginan untuk menyerahkan sebagian buah pisang tersebut kepada Guru Ijai di keraton martapura.
Buah Pisang Yang Shubat
Suatu ketika seorang Murid Guru Ijai
(Guru Sekumpul) yang berasal dari pengaron, melihat buah pisang yang ada
dibelakang rumahnya sudah masak. buah pisang itu nampak besar dan ranum, kerna tumbuhnya dari pohon yang subur ditepi sungai pengaron.
Sebagai murid yang baik, ketika itu terbetik dihati sang murid, niat da keinginan untuk menyerahkan sebagian buah pisang tersebut kepada Guru Ijai di keraton martapura.
Pada suatu saat yang sudah ditentukan,berangkatlah ia ke Martapura
sambil membawa sebongkah buah pisang untuk sang Guru tercinta,tepatnya
dikampung keraton Martpura, Tempat tinggal Guru Ijai (Guru Sekumpul)
ketika itu. Sesampai dirumah beliau dan berbicara seperlunya, maka sang
murid pun menyerahkan pisang tersebut kepada Guru , Namun Guru ijai (
Abah Guru Sekumpul) dengan santun dan halus menolak pemberian tersebut.
"tolong pisang ini dibawa bulik (pulang) aja, kaena (nanti) ditanam (dikubur) ditanah, jangan dimakan, kerna pisang ini lain ampun ikam, ingatkah ikam pisang nie larut (terbawa) dibanyu sangkut(tertahan) dibelakang rumah ikam,tumbuh sampai babuah, jadi bawa bulik aja pisang jangan ada yang memakannya'.
Jadi begitulah kurang lebih apa yang disampaikan Guru Ijai (guru Sekumpul) dan itu sesuai dengan kenyataan yang ada. Semua apa yang disampaikan Guru Ijai ( Guru Sekumpul ) membuat murid terperangah,kerna hal itu merupakan peristiwa yang lama yang sudah hampir di lupakan oleh sang murid itu sendiri .sepulangnya sang murid ke pengaron, apa yang di sampaikan Guru zaini, lakukan dengan penuh keta'ziman dan mendapatkan pelajaran yang berharga agar berhati2 pada harta benda yang di peroleh dari mana datang dan sumbernya...
Subhanallah Begitulah para waliyullah menjaga perutnya dari makanan dan minuman yang shubat apalagi makanan dan minuman yang haram.. dan Allah Senantiasa menjaga para Auliya Allah dari perbuatan yang di haramkannya, dan menjadikan seseorang yang berjiwa bersih dan suci dari sesuatu yang tak menyucikan..
semoga cerita ini kita bisa mengambil pelajarannya, agar kita selalu menjaga kebersihan rezki dari mana harta dan benda kita peroleh apakah dari rezeki yang halal atau dari rezeki yang haram atau shubat..
(sumber : 100 Karamah dan Kemulian Abah Guru Sekumpul
(Sumber facebook: Muhibbin Sekumpul)
"tolong pisang ini dibawa bulik (pulang) aja, kaena (nanti) ditanam (dikubur) ditanah, jangan dimakan, kerna pisang ini lain ampun ikam, ingatkah ikam pisang nie larut (terbawa) dibanyu sangkut(tertahan) dibelakang rumah ikam,tumbuh sampai babuah, jadi bawa bulik aja pisang jangan ada yang memakannya'.
Jadi begitulah kurang lebih apa yang disampaikan Guru Ijai (guru Sekumpul) dan itu sesuai dengan kenyataan yang ada. Semua apa yang disampaikan Guru Ijai ( Guru Sekumpul ) membuat murid terperangah,kerna hal itu merupakan peristiwa yang lama yang sudah hampir di lupakan oleh sang murid itu sendiri .sepulangnya sang murid ke pengaron, apa yang di sampaikan Guru zaini, lakukan dengan penuh keta'ziman dan mendapatkan pelajaran yang berharga agar berhati2 pada harta benda yang di peroleh dari mana datang dan sumbernya...
Subhanallah Begitulah para waliyullah menjaga perutnya dari makanan dan minuman yang shubat apalagi makanan dan minuman yang haram.. dan Allah Senantiasa menjaga para Auliya Allah dari perbuatan yang di haramkannya, dan menjadikan seseorang yang berjiwa bersih dan suci dari sesuatu yang tak menyucikan..
semoga cerita ini kita bisa mengambil pelajarannya, agar kita selalu menjaga kebersihan rezki dari mana harta dan benda kita peroleh apakah dari rezeki yang halal atau dari rezeki yang haram atau shubat..
(sumber : 100 Karamah dan Kemulian Abah Guru Sekumpul
(Sumber facebook: Muhibbin Sekumpul)
KISAH KEISTIQAMAHAN ABAH GURU SEKUMPUL
Agar kisah ini tak hilang, agar
sosok ini tak lekang, untuk nanti kuceritakan kepada penerus generasi
islam, untuk mencintai orang-orang sholeh. Aamiin.
.jpg)
.jpg)
Kisah keistiqomahan Abah Guru Sekumpul
Habib Ahmad al Ahdal bersama Abah Guru Sekumpul pada waktu Musyafahah di saksikan oleh Datu kelampayan di kubah Datu Kelampayan ( Syeihk Muhammad Arsyad Albanjari)
Telah bercerita Habib Ahmad al Ahdal kepada kami beliau adalah seorang
anak angkat abah Guru Sekumpul yang telah diasuh dan dibesarkan oleh
abah Guru Sekumpul dengan kasih sayang dan dengan kelembutan pada waktu
bayi hingga sekarang tumbuh menjadi orang yang gagah lagi tampan dan
berwibawa,.
habib Ahmad al Ahdal berceritakan pengalaman beliau pada waktu beliau hidup serumah dengan Abah Guru Sekumpul ,kata Habib ahmad saya disini tidak menceritakan cerita2 yang ajaib yang terjadi apada abah Guru, !! Kerena para waliyullah itu,pasti jauh daripada sifat ujub, sum'ah, takabbur, riya, syrik dan lain sebagainya. Dan para waliyullah umumnya dan abah guru Sekumpul khususnya, beliau tidak pernah merasa memeiliki suatu karomah, kerna kemuliaan Dan kebesaran hanya milik Allah.. Kecuali mreka dalam keadaan kepepet dan itu pun atas izin Allah swt juga, disebabkan Allah Swt sangat mnyayangi mereka, maka dari itu Allah langsung yang menjaga mereka dan melindungi mereka.yang mau saya ceritakan dsini bukan masalah karamah seperti yang diatas tadi, akan tetapi ini adalah sesuatu yag melebihi daripada karamah2 tersebut, yg dinamakan istiqomah..
Sehubungan dengan istiqomah yang diatas.. saya melihat Abah Guru mengajar dengan isiqomahnya, Sewaktu beliau terbaring sakit dirumah, dan terbaring lemah dikasur beliau masih tetap mngajar.
Ada lagi, pada waktu tangan dan kaki beliau bngkak, waktu itu ada rombongan habib sekitar20 orang lebih yang dating dan Beliaupun menjamu para tamu habaib tersebut seolah-olah beliau tidak merasakan sakit sdikitpun ditangan dan kaki bliau pda wktu itu,
namun setelah tamu pergi berlalu Beliau baru kesakitan, dan menundukkan wajah bliau serta memegangi tangan bliau dengan menybut nama Allaaah, Allaaah, Allaaaah..
Dan ada lagi waktu abah Guru mau ke majlis ada orang yg mau minta air untuk didoakan sama bliau,
padahal abah guru sendiri tak mngenal siapa orang tersebut,dan Diwaktu tengah malam seperti biasa beliau bangun dan beliau sampai menangis berdoa bahkan terisak2, smpai2 bliau jatuh sakit. Lalu bsok nya adik bliau, Hj' Rahmah dn istri bliau mlarang orang2 untuk mnta air secara langsung kpada bliau kerna khawatir akan kesehatan beliau. Kerna setiap ada orang yg mau minta air, psti diberi sama beliau.
Namun malam nya beliau selalu menangis ditengah malam yang sunyi untuk mndoakan si fulan/ fulanah yg minta air tdi siang trsbut. Bhkan ada juga yang sampai bliau sakit kerna mndoakan orang yg minta air tadi. Padahal namanya saja beliau tidak tahu.
Habib Ahmad sewaktu masih kecil
Ada lagi pas sewaktu malam saya terkejut mendengar beliau menangis-menangis dengan terisak-terisak berdoa, smpai2 wajah bliau basah dengan airmata bliau . saya mendengar sedikit doa beliau pada waktu itu.. Subhaanallaah!! Klo tidak salah khilaf seperti ini doa Abah Guru Sekumpul..
“ (Yaa Allaaa, ampunii dosaaa2 murid2 uluun, keluarga uluun, anak bini ulun, anak2 angkat uluun, jiran2 uluun, dan semua ummat muslimin wa muslimat dimana pun mereka berada namun hati mreka mncintai ulun dan kluarga ulun..
Yaa Allaah, ampuni jua dosa-dosa orang-orang yang tidak menyukai ulun, orang memusuhi ulun, orang yang menyakiti hati ulun.. Ampuni jua dosa2 mreka smua, dan sampaikan kepada kkasih engkau ya'ni baginda nabi muhammad (Saw) untuk memberi syafaat nya terhadap mreka semua, kerna biarpun mereka membenci ulun, akan tetapi ulun ridho dengan mreka.
Jadi ulun berharap smua yg ulun sebutkan tadi, terutama diri uln ini. Matikan dalam keadaan husnul khotimah ya Allah, dan ulun mohon masukkan kami semua didalam sorga firdaus engkau bighairi hisaaab, dan trhadap orang yg membenci dngan diri ulun, ini tlong turunkan/ brikan rahmat engkau terhadap mreka, biar mreka bisa juga mrasakan keni'matansorga engkau, dn biarkan ulun brsahabat dengan mreka dsurga nanti. Krna uln ridhooo trhadp mreka)”
Doa ini masih panjng padahal, yang ini saja sudah membuat hati saya bersangatan malu,setiap berhadapan dengan abah Guru.Maka saya melihat langsung bagaimana kondisi abah pada waktu brdoa itu,
Waktu itu abah dalam keadaan sakit keras,.
yang pada saat itu yang biki saya terharu menitikkan airmata pda wktu itu, beliau sama Sekali tidak berdoa untuk kesembuhan diri bliau,sama sekali beliau tidak menghiraukan penyakit beliau dan berdoa untuk kesembuhan beliau.hanya mendoakan anak muridnya selamat dunia akirat. Ridho dan ikhlas serta kecintaan yang tulus kepada anak muridnya dan orang2 islam itulah yang mendasari Abah Guru mendoakan seperti itu .
kata Habib Ahmad al ahdal anak angkat yang dibesarkan oleh Abah Guru Sekumpul
saya berani menjadi saksi di yaumil Akhir nanti tentang kejadian yang penah saya lihat dan saya alami ini. Menutup cerita beliau tentang sifat dan keistiqomahan Abah Guru Sekumpul.
sumber : cerita ini ulun dapat langsung dari Anak angkat abah Guru Habib Ahmad al ahdal di sebuah grup pencinta abah guru sekumpul.
http://www.facebook.com/groups/parapencinta.abahguru/
(Sumber Facebook: Muhibbin Sekumpul)
habib Ahmad al Ahdal berceritakan pengalaman beliau pada waktu beliau hidup serumah dengan Abah Guru Sekumpul ,kata Habib ahmad saya disini tidak menceritakan cerita2 yang ajaib yang terjadi apada abah Guru, !! Kerena para waliyullah itu,pasti jauh daripada sifat ujub, sum'ah, takabbur, riya, syrik dan lain sebagainya. Dan para waliyullah umumnya dan abah guru Sekumpul khususnya, beliau tidak pernah merasa memeiliki suatu karomah, kerna kemuliaan Dan kebesaran hanya milik Allah.. Kecuali mreka dalam keadaan kepepet dan itu pun atas izin Allah swt juga, disebabkan Allah Swt sangat mnyayangi mereka, maka dari itu Allah langsung yang menjaga mereka dan melindungi mereka.yang mau saya ceritakan dsini bukan masalah karamah seperti yang diatas tadi, akan tetapi ini adalah sesuatu yag melebihi daripada karamah2 tersebut, yg dinamakan istiqomah..
Sehubungan dengan istiqomah yang diatas.. saya melihat Abah Guru mengajar dengan isiqomahnya, Sewaktu beliau terbaring sakit dirumah, dan terbaring lemah dikasur beliau masih tetap mngajar.
Ada lagi, pada waktu tangan dan kaki beliau bngkak, waktu itu ada rombongan habib sekitar20 orang lebih yang dating dan Beliaupun menjamu para tamu habaib tersebut seolah-olah beliau tidak merasakan sakit sdikitpun ditangan dan kaki bliau pda wktu itu,
namun setelah tamu pergi berlalu Beliau baru kesakitan, dan menundukkan wajah bliau serta memegangi tangan bliau dengan menybut nama Allaaah, Allaaah, Allaaaah..
Dan ada lagi waktu abah Guru mau ke majlis ada orang yg mau minta air untuk didoakan sama bliau,
padahal abah guru sendiri tak mngenal siapa orang tersebut,dan Diwaktu tengah malam seperti biasa beliau bangun dan beliau sampai menangis berdoa bahkan terisak2, smpai2 bliau jatuh sakit. Lalu bsok nya adik bliau, Hj' Rahmah dn istri bliau mlarang orang2 untuk mnta air secara langsung kpada bliau kerna khawatir akan kesehatan beliau. Kerna setiap ada orang yg mau minta air, psti diberi sama beliau.
Namun malam nya beliau selalu menangis ditengah malam yang sunyi untuk mndoakan si fulan/ fulanah yg minta air tdi siang trsbut. Bhkan ada juga yang sampai bliau sakit kerna mndoakan orang yg minta air tadi. Padahal namanya saja beliau tidak tahu.
Habib Ahmad sewaktu masih kecil
Ada lagi pas sewaktu malam saya terkejut mendengar beliau menangis-menangis dengan terisak-terisak berdoa, smpai2 wajah bliau basah dengan airmata bliau . saya mendengar sedikit doa beliau pada waktu itu.. Subhaanallaah!! Klo tidak salah khilaf seperti ini doa Abah Guru Sekumpul..
“ (Yaa Allaaa, ampunii dosaaa2 murid2 uluun, keluarga uluun, anak bini ulun, anak2 angkat uluun, jiran2 uluun, dan semua ummat muslimin wa muslimat dimana pun mereka berada namun hati mreka mncintai ulun dan kluarga ulun..
Yaa Allaah, ampuni jua dosa-dosa orang-orang yang tidak menyukai ulun, orang memusuhi ulun, orang yang menyakiti hati ulun.. Ampuni jua dosa2 mreka smua, dan sampaikan kepada kkasih engkau ya'ni baginda nabi muhammad (Saw) untuk memberi syafaat nya terhadap mreka semua, kerna biarpun mereka membenci ulun, akan tetapi ulun ridho dengan mreka.
Jadi ulun berharap smua yg ulun sebutkan tadi, terutama diri uln ini. Matikan dalam keadaan husnul khotimah ya Allah, dan ulun mohon masukkan kami semua didalam sorga firdaus engkau bighairi hisaaab, dan trhadap orang yg membenci dngan diri ulun, ini tlong turunkan/ brikan rahmat engkau terhadap mreka, biar mreka bisa juga mrasakan keni'matansorga engkau, dn biarkan ulun brsahabat dengan mreka dsurga nanti. Krna uln ridhooo trhadp mreka)”
Doa ini masih panjng padahal, yang ini saja sudah membuat hati saya bersangatan malu,setiap berhadapan dengan abah Guru.Maka saya melihat langsung bagaimana kondisi abah pada waktu brdoa itu,
Waktu itu abah dalam keadaan sakit keras,.
yang pada saat itu yang biki saya terharu menitikkan airmata pda wktu itu, beliau sama Sekali tidak berdoa untuk kesembuhan diri bliau,sama sekali beliau tidak menghiraukan penyakit beliau dan berdoa untuk kesembuhan beliau.hanya mendoakan anak muridnya selamat dunia akirat. Ridho dan ikhlas serta kecintaan yang tulus kepada anak muridnya dan orang2 islam itulah yang mendasari Abah Guru mendoakan seperti itu .
kata Habib Ahmad al ahdal anak angkat yang dibesarkan oleh Abah Guru Sekumpul
saya berani menjadi saksi di yaumil Akhir nanti tentang kejadian yang penah saya lihat dan saya alami ini. Menutup cerita beliau tentang sifat dan keistiqomahan Abah Guru Sekumpul.
sumber : cerita ini ulun dapat langsung dari Anak angkat abah Guru Habib Ahmad al ahdal di sebuah grup pencinta abah guru sekumpul.
http://www.facebook.com/groups/parapencinta.abahguru/
(Sumber Facebook: Muhibbin Sekumpul)
SEBAHAGIAN DARI KAROMAH ABAH GURU SEKUMPUL
Agar kisah ini tak hilang, agar sosok ini tak lekang, untuk nanti kuceritakan kepada penerus generasi islam, untuk mencintai orang-orang sholeh. Aamiin.
SEBAHAGIAN DARI KAROMAH ABAH GURU SEKUMPUL"
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Al-Habib Sholeh BSA (Abu Bakar bin Salim) yang berasal dari Jawa, baru tinggal di Kal-Sel, kemudian
beliau mengajar di Al-Falah (Banjarbaru), beliau mengajak istri beliau
yang baru di nikahinya, seorang Syarifah dari kalangan kaya.
Begitu pindah dan tinggal di Kal-Sel, di rumah yang sangat sederhana,
si istri tidak tahan, kemudian pulang ke Jawa meninggalkan Habib
Sholeh...
Habib pun mengadu ke tempat Guru Sekumpul, lalu Habib pun di suruh masuk kedalam kamar Guru, di bukakan jendela dan disuruh berteriak memanggil nama si istri, Habib pun bingung, namun tetap melaksanakn perintah beliau sambil berteriak :
"SYARIFAH FULANAH BINTI FULAN"
sebanyak 3 kali.
kemudian Habib di suruh menginap semalaman. Habib Sholeh pun malam itu tidak bisa tidur, maklum beliau baru di Martapura, jadi belum terlalu yakin dengan Abah Guru Sekumpul, di dalam hatinya seperti ada sedikit mei'tirad..."Apakah aku konyol, berteriak di jendela malam-malam.
Sampai waktu Subuh, Habib pun ikut Sholat berjamaah walau masih terasa mengantuk, sehabis menyelesaikan wirid, baru beliau tidur, sekitar jam 9'an beliau pun dibangunkan dan di ajak ber'Ziarah ke Basirih (Kubah Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim) oleh Guru Sekumpul, Habib pun ikut, walau hati beliau masih bimbang pada saat itu, namun beliau tidak berani protes, tatkala sampai di landasan ulin (dekat Bandara Syamsudin Noor), ada terlihat pesawat yang mau mendarat, kata Abah Guru Sekumpul :
'Bib, di pesawat itu ada istri anda. kalau tidak percaya, ayo kita masuk ke Bandara"
Mobil pun langsung menuju ke Bandara, Habib pun di suruh turun, dan Guru tetap berada di mobil...
Ternyata benar, istri Habib terlihat turun dari pesawat yg baru mendarat tersebut, langsung saja istri Habib tersebut dibawa masuk kedalam mobil, lalu Guru bertanya :
'Fah, kenapa kamu pulang ke Banjarmasin?"
Syarifah itupun menjawab :
"Tadi malam ketika saya tidur, tiba-tiba ada terdengar suara suami saya memanggil sebanyak 3 kali, langsung saya bangun, dan memesan tiket ke Banjarmasin, Habib Sholeh pun tidak lagi meragukan Abah Guru Sekumpul, dan sampai sekarang tinggal di Martapura.
Kira-kira kurang lebih begitulah ceritanya.
Semoga ada barokahnya dengan membacanya kita akan sebahagian Karomah dari Abah Guru Sekumpul ini...
Aamiin Allahumma aamiin.
(Sumber dari akun facebook: Muhibbin Sekumpul)
Habib pun mengadu ke tempat Guru Sekumpul, lalu Habib pun di suruh masuk kedalam kamar Guru, di bukakan jendela dan disuruh berteriak memanggil nama si istri, Habib pun bingung, namun tetap melaksanakn perintah beliau sambil berteriak :
"SYARIFAH FULANAH BINTI FULAN"
sebanyak 3 kali.
kemudian Habib di suruh menginap semalaman. Habib Sholeh pun malam itu tidak bisa tidur, maklum beliau baru di Martapura, jadi belum terlalu yakin dengan Abah Guru Sekumpul, di dalam hatinya seperti ada sedikit mei'tirad..."Apakah aku konyol, berteriak di jendela malam-malam.
Sampai waktu Subuh, Habib pun ikut Sholat berjamaah walau masih terasa mengantuk, sehabis menyelesaikan wirid, baru beliau tidur, sekitar jam 9'an beliau pun dibangunkan dan di ajak ber'Ziarah ke Basirih (Kubah Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim) oleh Guru Sekumpul, Habib pun ikut, walau hati beliau masih bimbang pada saat itu, namun beliau tidak berani protes, tatkala sampai di landasan ulin (dekat Bandara Syamsudin Noor), ada terlihat pesawat yang mau mendarat, kata Abah Guru Sekumpul :
'Bib, di pesawat itu ada istri anda. kalau tidak percaya, ayo kita masuk ke Bandara"
Mobil pun langsung menuju ke Bandara, Habib pun di suruh turun, dan Guru tetap berada di mobil...
Ternyata benar, istri Habib terlihat turun dari pesawat yg baru mendarat tersebut, langsung saja istri Habib tersebut dibawa masuk kedalam mobil, lalu Guru bertanya :
'Fah, kenapa kamu pulang ke Banjarmasin?"
Syarifah itupun menjawab :
"Tadi malam ketika saya tidur, tiba-tiba ada terdengar suara suami saya memanggil sebanyak 3 kali, langsung saya bangun, dan memesan tiket ke Banjarmasin, Habib Sholeh pun tidak lagi meragukan Abah Guru Sekumpul, dan sampai sekarang tinggal di Martapura.
Kira-kira kurang lebih begitulah ceritanya.
Semoga ada barokahnya dengan membacanya kita akan sebahagian Karomah dari Abah Guru Sekumpul ini...
Aamiin Allahumma aamiin.
(Sumber dari akun facebook: Muhibbin Sekumpul)
Sabtu, 20 Januari 2018
BUKAN AKU
20
Januari 2018, 8:34 pm
Malam.
Di Januari. Masih berasa sisa-sisa hujan bulan Desember. Bulan rindu, karena
hujan, selalu mengungkit, dan tak terpisahkan dengan kenangan.
Dan
malam ini, saat engkau beranjak lelap, beralas empuk dan selimut tebal.
Pernahkah,
seketika,
engkau..
teringat
Rasulullah Saw.? Manusia nomor satu yang paling mencintai engkau.
Ingatkah
engkau tempat tidur beliau? tempat tidur manusia termulia itu.. yang terbuat
dari pelepah kurma yang kering, hingga nampaklah bekas-bekasnya di tubuh beliau
nan suci.
Apakah
engkau ingin menangis?
Mengenang beliau, mengingat beliau, merindui beliau,
menerka-nerka gambaran di masa itu. Betapa air mata kerinduan telah bercucuran
dari zaman ke zaman, merindui seorang makhluk pilihan. Yang begitu besar
cintanya kepada umat.
Rasulullah..
obatilah kerinduan ini dengan perjumpaan. Pandanglah kami.
-BUKAN AKU-
Langganan:
Postingan (Atom)