Saya membenci semua pertikaian ini. Kita muslim, sama-sama bertuhan Allah.
Sama-sama berasul Muhammad Saw. tapi mengapa pertikaian, saling menyalahkan,
merasa pendapat sendiri adalah paling benar, dan menganggap orang lain diluar
golonganya adalah salah?
NU, Muhammadiyah inilah pertikaian dikelas saya tadi siang pada mata kuliah
Pengantar Studi Islam. Seputar pertanyaan dan pernyataan mengapa kalian
bermazhab? mengapa kalian berziarah ke Sekumpul (Martapura, Kalsel)? Mengapa
kalian percaya kepada wali? dll.
Panas? Tentu saja kami panas. Tapi sayangnya kami belum mampu mengemukakan
dalil-dalil yang pasti yang menyokong pendapat kami masing-masing. Terlalu naïf
jika saya harus mengatakan maklum kami tidak kenal dalil, Karen kami mahasiswa
jurusan bahasa inggris bukan mahasiswa jurusan pendidikan agama islam, bukan
mahasiswa jurusan tafsir hadits, bukan mahasiswa jurusan dakwah dan sebagainya.
Juga terlalu naïf jika saya katakana bahwa kami masih muda, serta hidup dizaman
gadget dan teknologi. Jawaban naïf tapi ada benarnya juga,hehe
Jujur saya sakit hati dengan kejadian tadi siang. Dimana saudara sesama
muslim menginjak-nginjak akidah saudaranya yang lain. Ini adalah tamparan hebat
buat saya dan kita semua, ini adalah pr buat kita. Setidaknya kita jangan
taklid buta, kita harus mengetahui dasar dan dalil akidah kita selama ini.
Sehingga jika ada yang mencoba menyelisihi dan menggoyahkan kita, kita mampu
menepis dan memberi argument yang kuat.
###
Saya heran dengan orang-orang yang suka mencari kesalahan-kesalahan orang
lain, tak perduli kawan atau lawan. Padahal jelas-jelas Rasulullah mengatakan
perbedaan itu adalah rahmat dalam umatnya,wallahu a’lam. Pernah suatu hari saya
menginap di kos teman saya yang dekat dengan masjid Muhammadiyah. Lalu saya
menemukan mereka sholat tanpa menyringkan bacaan bismilah pada al-fatihah. Nah
karena saya yaa gak tau dalil mereka, masih sedikit ilmu, dan merasa aneh, lalu
saya telpon ayah saya. Lalu saya bercerita “ayah, para Muhammadiyah al
Fatihahnya gak menyaringkan bismillah” lalu ayah saya berkata “ Lalu kamu
mengira mereka sesat? Mereka punya dalil yang kuat. Dan kitapun juga punya
dalil. Jangan hanya karena mereka tidak sefaham dengan kita, kita mengatakan
mereka sesat dan kitalah yang paling benar. Jangan su’udzhon. Ingat mereka juga
punya dalil seperti kita”. Lalu saya menjawab “Inggih, pun. Naam. iya
ayah”.
Nah ini sikap yang saya rindukan, awal mula saya menghargai perbedaan dan
gak memandang sebelah mata lagi kepada Muhammadiyah. Namun yang saya sayangkan,
ada-ada saja orang-orang yang mencoba
mengorek-ngorek dan mencari cara dan alasan untuk memfatwakan sesat kepada
orang lain. Disaat kelompok lain sudah punya dalil, lalu serta merta mengatakan
bawa dalil itu sesat, gak shohih, haditsnya maudhu,dhoif dan sebagainya. Yang
menentukan hadits itu dhoif, shohih, hasan, dsb kan gak satu ulama saja. Misalkan
Imam Bukhari mengatakan bahwa sebuah hadits dhoif, namun imam yang lain
mengatakan shohih. Lalu yang mana yang mutlak benar? toh mereka sudah mengkaji
hadits dengan sungguh-sungguh seumur hidup mereka dalam bidang ilmu ini. Kita
apa? kita siapa? Menuduh palsu hadits orang lain yang bertentangan dengan
ajaranya. Contohnya perbedaan ulama mazhab dalam menafsirkan ayat “famsahuu
biru’usikum”, Imam Syafi’I memahami hanya sebagian kepala, sedangkan Imam Ahmad
bin Hambal memahami seluruh bagian kepala. Lalu apakah mereka sesat, salah? Toh
kedua contoh diatas sama-sama hanya berupa perbedaan pendapat dari
orang-orang yang ahli dalam bidangnya. Yaaa mungkin orang-orang ini adalah tipe
orang yang sangaaaaaaaaaaaaaaat perhatian. Mengapa? Mengapa kalian seperti
ini?.
Dan ngomong-ngomong soal perbedaan pendapat ada sebuah kisah dan
perbandingan yang pernah disampaikan oleh dosen saya bapa Muhammad Iqbal.
Beliau menceritakan kepada kami tentang kejadian pada masa Rasulullah Saw.
yaitu dimana pada saat itu Rasulullah Saw. memberangkatkan serombongan sahabat
menuju Bani Quraizhah, dan Rasulullah berpesan “jangan kalian sholat ashar
kecuali ketika sampai disana”(insyaAllah redaksinya seperti itu). Lalu ternyata
setelah berlalu waktu waktu ashar hampir habis, dan perjalanan menuju bani
kuraizhoh masih jauh,dan mereka tidak mungkin sampai disana kecuali waktu ashar
telah habis. Maka sekelompok sahabat berbeda pendapat, ada yang
mendirikan sholat saat itu juga diperjalanan, dan ada yang tidak sholat ashar
karena menunggu sampai dulu ke Bani Kuraizhoh. Golongan pertama berpendapat bahwa
Rasulullah hanya menyarankan kita untuk berjalan dengan cepat agar sebelum
habis waktu ashar kita sudah sampai di Bani Kuraizhoh. Golongan kedua berpendapat
bahwa Rasulullah benar-benar memerintahkan hanya sholat ashar di bani
kuraizhoh. Ternyata setelah sampai, mereka menanyakan hal ini kepada
Rasulullah, yang mana yang benar. Lalu apa reaksi Rasulullah? Ternyata Rasulullah
mengatakan bahwa kedua-duanya benar. Dimana letak kebenaranya? Karena
pendapatkah? Bukan. Karena mereka punya satu niat yang sama, yaitu mentaati
Allah. Mentaati perintah Rasulullah sang pesuruh Allah. Mereka berbeda
jalan dalam memahami hadits ini, mereka berbeda pendapat. Namun kedua-duanya
benar. Karena satu niat yang sama yaitu ingin entaati Allah.
Jadi, So... Mereka yang kalian sesatkan, yang kalian anggap sesat, yang
kalian anggap salah, yang berbeda pendapat dengan kalian.. Stop melakukan penistaan
terhadap mereka. JIka tujuan kalian adalah mentaati Allah, merekapun punya
tujuan yang sama. Dalil dan pendapat yang beda itu bukan penentu mutlak
kesalah-benaran orang lain. Jadi mohon, intropeksi diri. Renungi hadits diatas.
Dan satu lagi saran saya, dari pada sibuk mencaci-maki lebih baik kita
berdoa, saling mendoakan untuk ditunjukan kejalan yang lurus, dengan doa yang
familiar ditelinga kita, dengan doa yang Allah memerintahkanya untuk dibaca
disetiap sholat-sholat kita :
اهدنا الصراط المستقيم
Ya, itu surah
al-Fatihah ayat 6, mengapa kita disuruh membaca ayat yang mengandung doa
tersebut di setiap rakaat sholat kita? bahkan Rasulullah pun membacanya..
Mengapa? Karena kita semua takut tersesat.
Jadi, So....(lagi),
kesimpulan saya..........
1. Hargai pendapat dan
dalil mereka, jangan samakan yang punya dalil yang enggak dong. hellooo it’s
really different(haha soir kloo salah)
2. Jangan taklid buta, setidaknya kamu harus
tahu dalilnya agar kamu gak sesat okeee
3. Saling mendoakan
semoga kita semua selalu ada dijalanya yang lurus
4. Jangan Suudzon sama
orang lain, kadang kita menuduh seseorang karena salah memahami pemahaman
mereka. Misalnya sekelompok orang memahami aaaa, lalu kita memahami bahwa yang
mereka pahami adalah bbbb, dan bbbb adalah kesesatan misalnya. Lalu kita
menganggap mereka sesat karena pemahaman kita sendiri yang mengatakan bahwa mereka
berpaham bbbb, padahal mereka sebenarnya punya pemahaman aaaa
Makin bingung?? Ya
udah ambil yang fahamnya adza...
Mungkin sekian. Salah
khilaf mohon maaf
yang benar berasal
dari Allah dan yang salah berasal dari diri saya sendiri
Wassalamualaikum,
salam ukhuwah